Pekan Literasi MTs Safinda Surabaya: Menumbuhkan Budaya Membaca, untuk GenerasiBerprestasi
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kemampuan literasi menjadi salah satu bekal utama yang harus dimiliki oleh setiap murid. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat. Menyadari pentingnya hal tersebut, MTs Safinda Surabaya menyelenggarakan Pekan Literasi yang dipusatkan di Perpustakaan Madarsah sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan minat literasi di kalangan murid.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inspiratif, dan menyenangkan. Selama pelaksanaan Pekan Literasi, seluruh murid mendapatkan kesempatan mengunjungi perpustakaan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Melalui kunjungan ini, murid diajak mengenal lebih dekat koleksi buku, tata tertib perpustakaan, layanan peminjaman, hingga berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar.

Perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat yang sunyi dan dipenuhi rak-rak buku, melainkan sebagai pusat ilmu pengetahuan yang membuka jendela dunia. Di setiap sudut perpustakaan tersimpan beragam informasi yang mampu memperluas wawasan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat. Selama kegiatan berlangsung, para murid tampak antusias menjelajahi berbagai koleksi bacaan, seperti buku pengetahuan umum, sejarah, sains, agama, bahasa, keterampilan, novel, dan cerita inspiratif. Mereka diberikan kesempatan untuk membaca secara mandiri, berdiskusi bersama teman, serta berbagi pengalaman mengenai buku yang menarik perhatian mereka. Aktivitas sederhana tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan membaca yang konsisten.
Selain mengenalkan koleksi buku, Pekan Literasi juga menjadi ajang edukasi mengenai pentingnya menjaga dan merawat buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Murid diajak memahami cara meminjam dan mengembalikan buku dengan benar, menjaga kebersihan ruang perpustakaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Nilai-nilai disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan literasi.
Guru dan pengelola perpustakaan turut berperan aktif mendampingi murid selama kunjungan berlangsung. Mereka memberikan motivasi agar murid menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai rekomendasi buku yang sesuai dengan usia dan minat murid juga diperkenalkan sehingga mereka semakin tertarik untuk kembali berkunjung ke perpustakaan.

Pekan Literasi juga menjadi wadah untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas murid. Setelah membaca, murid diajak menyampaikan pendapat, menceritakan kembali isi bacaan, hingga menuliskan kesan dan pesan terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini melatih kemampuan memahami informasi, menyusun gagasan, serta mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Lebih dari sekadar program sekolah, Pekan Literasi merupakan bagian dari komitmen MTs Safinda Surabaya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya budaya belajar. Kehadiran perpustakaan sebagai pusat literasi diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara guru, murid, dan seluruh warga sekolah dalam membangun generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Budaya literasi tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan konsistensi, dukungan semua pihak, serta lingkungan yang memberikan ruang bagi murid untuk terus belajar. Oleh karena itu, kegiatan kunjungan perpustakaan akan terus dikembangkan melalui berbagai program menarik, seperti tantangan membaca, resensi buku, pojok baca kelas, bedah buku, hingga lomba
literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Dengan semangat “Membaca Hari Ini, Memimpin Masa Depan”, MTs Safinda Surabaya berharap setiap langkah kecil yang dimulai dari perpustakaan akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan berprestasi. Setiap buku yang dibuka adalah pintu menuju pengetahuan baru, setiap halaman yang dibaca adalah bekal untuk meraih cita-cita, dan setiap kunjungan ke perpustakaan merupakan investasi berharga bagi masa depan. Mari jadikan perpustakaan sebagai sahabat belajar dan Pekan Literasi sebagai langkah awal membangun budaya membaca yang berkelanjutan. Sebab, bangsa yang maju lahir dari masyarakat yang mencintai ilmu pengetahuan, dan sekolah yang unggul tumbuh dari murid yang gemar membaca.
By: Nafisah Nila Minach, S.Hum.
