SMK Safinda : Praktik Industri Bersama Gueku Workshop

Home » Uncategorized  »  SMK Safinda : Praktik Industri Bersama Gueku Workshop
SMK Safinda : Praktik Industri Bersama Gueku Workshop

BATU – Sebagai upaya memperluas wawasan siswa mengenai dunia kerja dan industri kreatif, siswa kelas XII SMK Safinda melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Gueku Workshop pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 siswa dengan pendampingan empat guru dari pihak sekolah.

Kunjungan industri ini menjadi salah satu program pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai proses kerja di dunia industri, khususnya pada bidang sablon dan produksi pakaian. Selain mengenalkan proses teknis produksi, kegiatan ini juga bertujuan membangun pemahaman siswa tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja ketika nantinya memasuki dunia profesional.

Rombongan siswa dan guru tiba di lokasi pada pagi hari dan langsung disambut hangat oleh Pak Rudi selaku mentor kegiatan serta Pak Arman sebagai owner Gueku Workshop. Dalam sambutannya, Pak Arman menyampaikan rasa senangnya dapat menerima kunjungan dari SMK Safinda. “Kami berharap adik-adik tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga memahami bagaimana dunia industri bekerja dan bagaimana menjaga semangat dalam bekerja,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan penjelasan mengenai alur produksi kaos sablon, mulai dari tahap desain, pemilihan bahan, proses pencetakan, hingga tahap finishing produk. Para peserta diperkenalkan dengan dua teknik utama yang digunakan dalam produksi, yaitu sablon printing dan sablon manual. Penjelasan dilakukan secara langsung di area produksi sehingga siswa dapat melihat secara nyata bagaimana proses kerja berlangsung di lingkungan industri kreatif.

Tidak hanya menerima materi, siswa juga diberi kesempatan untuk melakukan praktik sederhana secara langsung. Dengan pendampingan mentor, para siswa mencoba beberapa tahapan proses sablon sehingga mereka dapat memahami teknik dasar yang digunakan dalam produksi kaos. Antusiasme siswa terlihat selama sesi praktik berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai proses kerja, alat yang digunakan, hingga tantangan yang dihadapi dalam industri sablon.

Salah satu siswa mengaku senang dapat belajar langsung di tempat produksi. “Biasanya hanya melihat hasil jadinya saja, sekarang kami bisa tahu prosesnya dari awal sampai akhir. Ternyata membutuhkan ketelitian dan kerja sama yang baik,” ungkapnya. Siswa lain juga menyampaikan bahwa pengalaman praktik secara langsung membuat pembelajaran terasa lebih menarik dan mudah dipahami.

Selain mengenalkan aspek teknis, pihak Gueku Workshop juga memberikan pemahaman mengenai budaya kerja di dunia industri. Siswa diajak memahami pentingnya ketelitian, kerja sama tim, disiplin waktu, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Pak Rudi dalam penyampaiannya menekankan bahwa keterampilan saja tidak cukup tanpa dibarengi sikap kerja yang baik. “Di dunia industri, attitude dan kedisiplinan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya di hadapan para peserta.

Sebagai bentuk evaluasi sekaligus tolak ukur pemahaman siswa, di akhir kegiatan peserta diminta menjelaskan kembali hasil pembelajaran yang mereka peroleh selama kunjungan industri. Beberapa siswa menyampaikan pemahaman mereka mengenai tahapan produksi sablon serta nilai-nilai kerja yang perlu diterapkan dalam dunia industri. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi siswa.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri semacam ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan adanya interaksi langsung bersama pelaku industri, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai dunia kerja yang akan mereka hadapi di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, SMK Safinda berharap para siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan sikap profesional sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *